Skip to content


Muslimah dan Bidadari

Suatu ketika Umu Salamah minta penjelasan kepada Rasulullah. \” Ya Rasulullah, terangkan padaku tentang firman Allah : \” Dan di dalam sorga ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik. \” Jawab Rasulullah, \” Mereka berkulit putih, bermata indah, dan beralis tebal, cantik tanpa cacat, bagaikan mutiara yang tak pernah tersentuh tangan, memancarkan kilau sinar yang bersih.”

Umu Salamah selanjutnya minta penjelasan tentang firman Allah : \” Di dalam sorga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” Jawab Rasulullah, \” Mereka berakhlak mulia lagi cantik tiada tara. \” Lantas ia minta penjelasan tentang firman Allah : \” Seakan-akan mereka adalah telur burung unta yang tersimpan dengan baik.” Jawab Rasulullah, \” Sungsum tulangnya terlihat dari luar, hingga kelihatan cantik menawan.” Dia minta penjelasan pula tentang firman Allah : \” Penuh cinta kasih lagi sebaya umurnya.” Jawab Rasulullah, \” Mereka adalah wanita-wanita tua yang meninggal dunia dengan membawa kesalehan amal, lalu \” dioperasi plastic” hingga kembali muda dan sebaya umurnya. Dan, itulah kekuasan Allah.”

Umu Salamah bertanya lagi, \” Ya Rasulullah, lebih mulia manakah wanita muslimah bila dibanding dengan bidadari ?”. Jawab Rasulullah, \” Kecantikan wanita muslimah lebih indah lagi lebih mempesona daripada kecantikan bidadari. \” Ya Rasulullah, mengapa hal itu bisa terjadi ? Jawab Rasululllah, \” Lantaran shalat, puasa dan amal ibadah mereka. Disana mereka berparas cantik, wajahnya memancarkan sinar, tubuhnya mulus bagaikan sutera, berkulit putih bagaikan mutiara, berpakaian hijau berhias beragam permata, seraya berkata \” Kami langgeng selamanya, tidak akan pernah mati lagi. Kami pemberi nikmat abadi, tidak akan menyakitkan hati. Kami senantiasa ikhlas melayani, tak akan pernah bosan mendampingi. Sangat berbahagia orang yang kami damping, dan kami berbahagia pula berada disisinya.”

Umu Salamah minta penjelasan, \” Ya Rasulullah, ada diantara wanita yang menikah dua, tiga bahkan empat kali, lalu dia meninggal dan masuk sorga. Terus dengan suami yang manakah ia berdampingan di sorga ?” Jawab Rasulullah, \” Ya Umu Salamah, dia kana dipersilahkan memilih, lalu ia memilih suami yang paling baik akhlaknya, seraya berkata :” Ya Rabbi, ia adalah sumai yang paling baik akhlaknya ketika berdampingan denganku di dunia. Karena ittu, kini nikahkanlah aku denganya, \” Lalu Rasulullah melanjutkan sabdanya, \” Ya Umu Salamah, kebaikan akhlak akan mengantarkan seseorang meraih kebahagian dunia akhirat.

(KH. Mudjab Mahalli dalam \” Muslimah dan Bidadari)

Posted in Tambah Ngelmu.

Tagged with .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*